Main shortcutMenu shortcuts

Detail

ImanIman: KOMPAS
In Memoriam Munajid 
(oleh Hesri Setiawan)

dia yang kemudian terbaring 
dengan tangan terikat 
dan geraham terkunci 
tidak lebih dari seorang bandit 

ketika ia diseret 
ke depan penguasa di bumi 
dengan dada telanjang 
tidak lebih dari bertaruh mati 

karena dia anak dewasa 
anak dewasa 

di depan altar peradilan 
ia disiksa bukan diperiksa 
ia diperkosa bukan ditanya 
bisa apa dia 
selain bertahan 

di dalam mulut 
terkatup 
sobekan koran 
dia telan 

maka duri-duri ekor pari 
melecut merobek tubuh 
darah mengucur 
bisa apa dia 
selain bertahan 
dan berkata sepatah 

aku anak dewasa 
yang berjanji berani 
mengangkat sumpah 

ekor ikan pari 
gagang karaben 
cincin listrik 
gilir berganti 
dan ia rebah 

ujung telunjukmu bergetar


--------------
Perhatikan penggambarannya yg impressionis atas peristiwa pembantaian sahabatnya di Pulau Buru tahun 1976 dalam puisi 'Kompas'. Peristiwa yang sangat menusuk perasaannya ini pulalah yg menjadi pemicu kreativitas kepenyairan Hersri. Puisi ini diberi pengantar yang menjelaskan secara mendetail proses kematian Munajid (28), seorang tapol unit Xv indrapura Pulau Buru. Munajid tertangkap basah pada saat istirahat siang menyelinap ke belakang gudang hanya untuk membaca sobekan harian Kompas.
(Yosep Yapi Taum)
a year ago from South Jakarta
Sign in and add friend to comment