Main shortcutMenu shortcuts

Detail

music
Listening to Pure As Snow (Trails of the Winter Storm) by MONOHymn to the Immortal Wind, 2009
RaniRani: Sebenernya ada dua karya musik yg saya dengarkan dalam 2 hari terakhir ini, yaitu musiknya Mono dan Amy Winehouse.

Buat saya yg mukul gong aja fals, menikmati musik-musik dr Mono dan Amy itu merupakan proses takjub dan takjub.

Amy Winehouse,
Saya menikmati bagaimana ia tampil serampangan di panggung. Juga cara bernyanyinya yg "aduh niat ndak sih". Tapi ia begitu jujur, baik lirik, pilihan nada, ketukan, dan cara dia menyeret-nyeret kata sekenanya. Mengulur bait seperti permen karet. Dan musiknya sungguh hidup, tentu karena ia menyarikannya dari apa yg dia resapi dalam hidupnya. Bagaimana ia jatuh bangun mencintai Blake sampai jadi lagu Back to Black. Memakai hiasan rambut norak bertuliskan "Blake" dalam pita di tatanan rambutnya yg sudah menjulang itu. Sungguh dia risk it all dengan semuanya, dia buka, dia pertaruhkan di atas meja. Jika kemudian dia mengalami bulimia dan keracunan alkohol yg merenggut nyawanya tentu saja sangat disayangkan. Dia punya talenta luar biasa, daya serap dan musikalitas yg beyond. Tapi, toh, dia pernah hidup sebagaimana musiknya tetap hidup sampai sekarang.

Bagaimana dengan Mono?
A friend of mine mengenalkan band ini setaun yg lalu. Lagu pertama yg saya dengar adalah Everlasting Light, bersamaan dengan dikenalkan dengan karya Explosions in The Sky yg berjudul Your Hand in Mine. Eh, tapi kita ngomongin Mono aja dulu ya.. Nonton Mono Live (via yutub siiih) itu rasanya.. O mai Gat.. Kok bisa sih mereka menciptakan karya-karya yg begitu dalem? Tanpa lirik, mereka berempat seperti badai yg menghempas-hempas. Seperti gemuruh lautan lalu tiba-tiba teduh seketika. Mereka seperti bisa menyerap esensi pengalaman hidup dalam musik mereka. Saya jadi teringat Norwegian Wood-nya Haruki Murakami, lalu muncul pertanyaan, ada apa sih di kehidupan/peradaban/kebudayaan Jepang sehingga bisa memunculkan karya2 yg dalem, riuh sekaligus sunyi kayak gini?

Sekali lagi, buat saya yang mukul gong aja fals, sungguh saya bersyukur bisa menikmati musik Amy dan Mono dengan khusyuk dan takjub.
Selamat pagi :)
8 months ago from Freiburg im Breisgau
View 4 more comments
Sign in and add friend to comment