Main shortcutMenu shortcuts

Detail

danasmorodanasmoro: Habis nonton menit-menit terakhir The Age of Adaline di tv.

Buat yang belum tahu, film itu berkisah tentang seorang perempuan, Adaline, yang karena fenomena alam jadi ga bisa menua. (*hela nafas).

Intinya doi mesti menjadi pelarian sepanjang hidupnya setelah insiden yang membuatnya tak kunjung menua. Berpindah-pindah tempat tinggal dan berganti identitas. Hidupnya tak lagi sama. Sulit baginya menjalin hubungan sosial dengan orang lain, apalagi hubungan spesial.

Sampai pada suatu saat dia bertemu pemuda yang mendekati sempurna. Ia jatuh cinta, dan bersedia mengenal keluarga si pemuda.

Ternyata, ayah pemuda itu adalah mantan kekasihnya puluhan tahun lalu.

---
Sampai di sini yah ceritanya.

Tujuan nulis postingan ini adalah untuk mengantarkan pertanyaan yang tiba-tiba muncul di saat menonton film itu.

Okelah fisik tidak menua; tetap. Namun bagaimana dengan pikiran si Adaline?

Bagaimanakah dampak usia pada pikiran manusia?

Yang daku ingat, 5-10 tahun lalu keberanian memperjuangkan sesuatu berdasar perasaan jauh lebih mudah dibandingkan sekarang. (*halah)

Waktu jelas mengubah pola pikir dan caraku bersikap. Tentunya daku memilih untuk menjadi seperti itu. Bagaimana dengan orang seperti Adaline?

---
Barusan browsing dan menemukan kalimat yang bisa diresapi, khususnya mengenai pikiran, jiwa yang merupakan rekan kerja tubuh/raga.

"A Person Becomes Old When His Mind Is More Occupied by Memories Than Aspirations" -Navin Kulkarni
a year ago from Central Jakarta
View 3 more comments
Sign in and add friend to comment