Main shortcutMenu shortcuts

Detail

thought

Maaf

Sepenuh hati, sekuat rasa, di hari Lebaran ini, saya mengucap maaf kepada...

Mereka yang pernah menjadi mahasiswa perwalian saya. Maafkan saya tak pernah menjawab sms/wa yang kalian kirim jam 2 pagi. Maafkan karena saya selalu bertanya,"kalian kurang kerjaan?" Atau "kalian udah gak perlu tidur?" saat kalian mau ambil mata kuliah saya.

Mereka yang pernah ambil mata kuliah saya. Maafkan saya membuat kalian menjadi jomblo karena kalian pacaran dengan tugas.

Mereka yang mahasiswa dan masih menjomblo. Maafkan karena setiap bertemu kalian saya selalu bertanya mana pacar kalian dan kenapa kalian masih sering bawa motor tapi ndak ada yang dibonceng. Mending pake sepeda roda satu aja biar hemat.

Mereka yang mahasiswa dan jadi bimbingan skripsi saya. Maafkan, jika saya selalu berkata, skripsi itu karya kalian, tapi belum tentu menjadi satu-satunya indikator kemampuan kalian.

Mereka yang mahasiswa ambil skripsi dan tetap ambil skripsi tiap semester karena lebih banyak ngilangnya. Itu buronan kalo ditangkap, saya dapet duit. Lha, mahasiswa skripsi buron, kalo ditemukan, malah dosennya dapet kerjaan tambahan.

Mereka yang betah jadi mahasiswa dan menua di kampus. Maafkan karena saya selalu bertanya kenapa kalian baik hati menyumbang negara tiap semester. Dan, akhirnya saya berkata, "cat rumah aja perlu diganti tiap tahun, lha masak saya lima tahun liat kalian terus?"

Mereka yang tak kenal saya dan tak menjadi mahasiswa saya. Maafkan saya tak pernah menyapa. Lha...gak kenal, terus piye? Nanti saya sapa, kalian bilang saya sok kenal sok dekat...

Terakhir, kepada yang akan menjadi mahasiswa saya. Saya mohon maaf, semua yang saya sampaikan itu akan kalian alami semua. Pasti. Tak terbantahkan lagi. Apalagi jika kalian ikut perwalian saya, lhandalah ambil mata kuliah yang saya ajar, lalu bimbingan skripsi sama saya, lulusnya lama, jomblo pulak!

Selamat Idul Fitri...
Masih ada waktu memikirkan nasib kalian...

Salam muach muach,

Saya.

Sign in and add friend to comment