Main shortcutMenu shortcuts

Detail

thought

Hari yang aneh untuk liburan!

Hari sabtu, weekend, malam minggu, malam galau untuk para jomblo, atau hari apa pun kau ingin menyebutnya, aku tak peduli.

Aku hanya merasa, hari ini aneh. Itu saja.

Pagi ini, aku terbagun dengan sangat buruk. Malas beranjak dari tempat tidur, loyo, dan berakhir dengan memanjakan diri di depan kipas angin. Melarikan diri dari hawa kamar yang pengap.
Mungkin aku akan tergeletak tidak berdaya di kamar hingga saat ini, kalau saja aku tidak ingat harus meluncur ke samsat sebelum tutup.

Aku pun akhirnya terjebak antrean panjang bersama para penyumbang karbondioksida terbesar.

Dalam kesendirian yang terasing itulah, pikiranku malah kembali ingat sesuatu yang melintas di antara tidur dan sadarku, pagi tadi. Tentang sedikit kegelisahan tentang menulis dan akibatnya.

Aku lupa sejak kapan aku tercebur dalam dunia tulis menulis. Dan aku juga lupa, apa tujuanku menulis...

Semalam, aku membaca novel seorang senior yang memang kukoleksi lengkap novel-novelnya. Dia penulis yang hebat! Piawai membawa pembaca menyelami emosi tokoh. Membawaku pula, turut serta dalam situasi para tokoh, yang endingnya membuatku membutuhkan waktu move on dari cerita yang dibuatnya.

Itu sebuah prestasi yang hebat, kupikir. Saat penulis membawa pembaca larut dan menyatu dalam karyanya. Aku pun memimpikan itu.

Tapi masalahnya, berbeda dari novel dia sebelumnya, aku tidak merasa baik setelah membaca novelnya yang ini. Aku merasa..... seperti... novel itu hanya memberikan hal buruk.

Ha-ha... aku hanya bisa menertawakan diriku. Padahal pada dasarnya bagian dari diriku tidak semuanya baik.

Tapi novel itu cukup membuatku berpikir. Jadi, aku harus berterima kasih. Aku jadi merenungkan kira-kira efek semacam apa yang didapat pembaca dari tulisanku?
Membuatnya lebih baik, menghiburnya, atau justru.... menghancurkannya?

Oh God, aku sungguh tidak mengerti apa yang sedang kuocehkan saat ini...

Tapi yasudahlah... kupikir, penulis berhak menulis apa pun yang diinginkan, disukai, atau apa pun itu... dengan resiko yang pasti ditanggung sendiri.

Dan rasanya aku harus berhenti nulis sekarang, nomor 92 dipanggil.

Terima kasih telah mengantri...


#OcehanSabtuPagiDiSaatKurangKerjaan :D

Sign in and add friend to comment