Main shortcutMenu shortcuts

Detail

SatryaSatrya: "Why do you cry, Ajik?' tanya Echa saat saya masuk ke kamarnya dan memeluk Echa dan Diva yang sedang bersiap untuk tidur kemarin malam.

Waktu itu, saya baru saja mendapat kabar di WA grup angkatan saya mengenai Nathaniel, bocah yang menjadi korban bom di salah satu gereja di Surabaya kemarin. Anak kecil itu akhirnya meninggal. Mengakhiri spekulasi di WA grup kami.

Kondisi Nathaniel ini salah satu yang paling saya pantau. Bagi saya Nathaniel adalah salah satu simbol harapan di tengah kekacauan tadi malam. Saat mendapat update itu, air mata saya mengalir. Saya tidak malu untuk menyebutkan diri saya menangis kemarin malam. Saya bergegas ke kamar dan memeluk dua putri saya itu. Saya beruntung memiliki dua putri ini yang selamat dan sehat.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bapak-nya Nathaniel yang secara tiba-tiba harus kehilangan dua putra-nya dengan istri masih kritis di rumah sakit.

Saya sudah terpukul saat membaca berita sang ibu laknat pelaku pemboman melibatkan dua putri kecilnya. Kabarnya, sabuk bom dipasang di pinggang mungil mereka. Saya tak bisa dan tidak akan bisa memahami jalan pikir orangtua dengan pola pikir iblis setan keparat itu. Kenapa anak-anak mereka ditunjukkan jalan seperti itu.

Korban pertama dan paling menderita dalam konflik apapun adalah anak-anak. Padahal mereka selalu disebutkan sebagai mahluk tak berdosa. Jika begitu, kenapa mereka diajak ikut dalam dosa bapak-ibunya, wahai teroris?

Nathan, Evan, Fadilla dan Pamela bermainlah kalian di surga. Bergembiralah di sana.

"Ajik, why they kill those kids?' tanya Echa lagi, dia sempat curi dengar berita di TV rupanya. Saya semakin memeluk erat kedua putri saya itu. Saya tak pernah mampu menjawab pertanyaan itu. "I will tell you someday, Echa. But probably not now."

Di tengah kerisauan saya akan kota saya, saya hanya bisa memberikan perasaan aman ini kepada anak-anak saya. Mungkin bisa juga anda lakukan dengan putra-putri anda.

Sambil balas memeluk dan mengelus rambut saya, Diva berbisik, "Ajik, can I watch PJ Mask tomorrow?"

Yes darling..yes you can.
8 days ago
Sign in and add friend to comment