Main shortcutMenu shortcuts

Detail

FayFay: Saya mengantarkan dan mendampingi Mama Aleta Baun menuju studio Metro TV untuk Talkshow di 8-11 show. Bang Indra membantu kami sehingga bisa melobi Tomi Tjokro agar bisa membantu kami untuk membantu memastikam suara Molo dan Masyarakat Tiga Batu Tungku didengar diacaranya. Masa dimana nama Mama Aleta Baun belum dikenal, termasuk tempat yang diperjuangkannya, Molo....orang selalu bertanya, itu di negara mana, ya?

Selama perjalanan dari kantor Jatam di Mampang menuju Kedoya, saya melihatnya termenung, memandang keluar dari jendela taksi. Saya merasa tidak enak karena memaksanya melakukan sejumlah wawancara demi wawancara dengan media sejak kami sepakat akan mendukungnya menyuarakan perjuangannya lebih kencang di South to South Film Festival, di Jakarta tahun 2012. Saya khawatir itu melelahkannya, menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sama berulang dari satu media ke media lainnya. Saya juga khawatir apakah sudah keterlaluan "mengeksploitasi" mama Aleta sehingga tidak memperhatikan "kelelahannya."

"Mama letih? Katakan kepada saya jika sudah letih dan terlalu berlebihan, Ma. Saya hentikan semuanya untuk beri mama nafas," kata saya.

Dia tersenyum lembut kepada saya sambil meremas punggung tangan saya.

"Tidak. Tidak letih, Jika ini untuk Molo. Ini bukan apa-apa dibandingkan berjuang di desa. Apalagi ini hal baik buat Molo. Saya malah senang, semua orang tahu Molo sekarang. Saya hanya sedih lihat langit Jakarta, selalu muram. Jalannya, orang-orang tergesa-gesa. Saya tidak bisa bayangkan jika langit Molo seperti ini. Kesedihan kami sekarang jika alam kami diganggu," katanya.

Saya tersenyum sambil ikut memandang langit Jakarta dari jendela taksi. Yah, langit Jakarta dan Langit Molo, bedanya sangat. Langit Molo selalu biru indah memesona.

Ketika Tomi Tjokro menanyakan posisi Mama Aleta untuk informasi narsum, saya menuliskan di kertas : Aleta Baun Pejuang Perempuan Dari Molo.

Ketika itu terbaca di televisi saat Mama Aleta bicara, kami semua merasa titel itu sudah pas dan tepat.

Selanjutnya kami selalu ikut merasa senang, bangga, dan juga terharu, ketika penghargaan demi penghargaan datang padanya. Dari Goldman Prize Award, dan berbagai award lainnya. Semua hadiah itu dia kembalikan ke Molo, ke masyarakatnya lagi. Kemarin malam beliau dinobatkan lagi sebagai salah satu yang pantas mendapatkan penghargaan HAM, Yap Thiam Hien. Saya membaca beritanya dengan haru sepanjang hari ini. Berharap beliau tidak pernah berubah, dan tetap menjadi perempuan yang menginspirasi semua orang. Tetap jadi pejuang, Ma. Salam hormat.
10 months ago from South Jakarta
View 10 more comments
Sign in and add friend to comment