Main shortcutMenu shortcuts

Detail

SatryaSatrya: HayFever

Kena hayfever ini menjengkelkan. Ini alergi yang disebabkan serbuk-serbuk bunga. Biasanya hanya pada musim semi, saat para bunga bercinta mesra dengan menebar serbuk dan sarinya kemana-mana. Mereka bercinta, saya yang sengsara. Untunh satu deadline sudah terlewati. Tapi tetap saja, menjengkelkan.

Kata kawan saya, kena hayfever sekali akan berlanjut setiap tahun. Dan, brengseknya, dia benar. Kali ini saya kena dan hampir sepanjang hari. Sehingga tiap buka applikasi cuaca, tidak hany melihat mau hujan apa ndak, tapi juga kadar pollen atau serbuk bunga. Kalau high, bisa dipastikan saya akan bersin2 dan hidung meler. Harus minum obat di pagi haru biar tidak berlanjut.

Pagi ini, saya lupa liat app. Semenjak pagi sudah bersin2 terus. Sampe kampus, lihat apps, kadar pollen-nya ekstrem. Celaka. Ini para bunga sedang ramai bercinta ini. Celaka empat belas!!

Betul. Sambil bergegas membeli obat di apotik di mall depan kampus, saya berjalan sambil bersin-bersin. Sempat sampai enam-tujuh kali nonstop. Sampai mbak-mbak lewat pakai baju lutu bertanya dengan prihatin “are you okay?”

Tentu harus dijawab dengan “yeah i am good” sambil kelojotan menahan bersin.

Bersin berkali-kali tanpa henti itu berasa seperti jomblo. Bedanya, jomblo itu ditolak berkali-kali. Saya bersin berkali-kali. Rasanya sama, menyesakkan hati...

#jombloisme
#baladamahasiswaestiga
a month ago
Sign in and add friend to comment