Main shortcutMenu shortcuts

Detail

SatryaSatrya: Sweetie Baby

Akhirnya kembali lagi berjaga pagi. Sebetulnya suasana sudah kondusif belakangan ini. Tak banyak lagi mamah-mamah muda yang pura-pura ndak bisa baca tanda larangan dilarang masuk segede gaban di depan jalan.

Tapi, ini minggu ujian anak-anak SMA. Sejak kemarin saya berhadapan dengan mamah-mamah sayang anak, plus kombinasi anak-anak SMA tampak lanjut usia tapi belagak manja. Sungguh kombinasi tak menyenangkan. Serupa dengan pesan bakso tapi sama abang baksonya dikasih tahu kalau bakso dan mie habis. Mosok mangan seledri thok?

Maka, mamah-mamah sayang anak ini berupaya bagaimana caranya dapat menurunkan anaknya di areal terlarang itu. Sungguh, saya yakin, jika tak dilarang, mereka mungkin akan parkir mobil di sebelah meja anaknya ujian sambil kipas-kipas anaknya saat ujian. Anaknya juga banyak yang bikin KZL... huh, sudah SMA kok jalan 50 meter aja ndak mau.

Untuk mengatasi ini, saya sudah punya cara. Hadang di tengah jalan, lalu pake taktik “penolak jomblo”. Semacam kata-kata “duh, kamu baik banget deh...tapi kita temenan aja ya. Berteman lebih abadi loh...kita bisa tetap bersama..”

Ya pokoknya semacam penolakan yang membuat jomblo tak merasa ditolak tapi padahal ditolak mentah-mentah.

“My apologise Maam, but you can drop your daughter at sport center. It is closer and safer..”

Kalau dibahasasurabayakan kurang lebih sama dengan, “cuk, koen ngeyel ae. Gak oleh parkir kene, tak sawat sempak loh..”

Taktik penolak jomblo berhasil. Tapi ya gitu, banyak yang milih menurunkan anaknya di depan saya. Ngeselin sih karena bikin macet, tapi apa boleh buat, timbang ribut lagi.

Ya sudah, mamah sayang anak dan anak belagu manja pun saling melepas rindu

“Goodluck sweetheart..”
“See you later baby..” dan sejenisnya.

Sampe menjelang shift saya berakhir, satu mobil berhenti, mau masuk, jurus penolak jomblo saya keluarkan, si anak turun mobil, bergegas. Jadwal ujian lima menit lagi. Si anak setengah berlari, takut telat. Si mamah belum sempat cipika-cipiki, saya bersiap pergi, patroli keliling, tiba-tiba terdengar teriakan. Kencang bin banter!!

“Sweetie Baby....!!!”

Si anak menoleh. Saya jelas menoleh. Banter jeh..

Si mamah terdiam. Saya terdiam. Si Mamah berkata, “i am calling my daughter, sorry..”

Aku mesem. Dalam hati, “cuk, mbok pikir aku GeeR tha?”

“Goodluck sweetie baby..”
Si mamah kembali teriak. Si anak melakukan gerakan tangan cium jauh.

Dargombes, Mak-e, aku yo seneng sweetie baby. Eh, itu babi kecap ding....

#baladatrafficwarden
11 days ago
View 2 more comments
Sign in and add friend to comment