Main shortcutMenu shortcuts

Detail

thought

Holiday

Hari pertama bertugas lagi seperti suasana hari pertama setelah libur riyoyoan. Semua orang saling mengucapkan selamat hari raya dan bermaafan. Saya biasanay keliling dari lantai dua ke lantai satu untuk bersalaman. Paling enak pas ada makan-makannya.

Tapi ini beda. Semua saling mengucapkan selamat tahun baru dan basa-basi soal selamat bertemu kembali.

"Good morning, Satrya... Its good to see you back"
atau
"Morning mate, happy new year...it will be another 10 months to go..."
(asyem, baru mulai masuk udah menghitung hari kapan libur lagi)

Tapi, selain bersalam tahun baru, basa-basi mereka juga bertanya soal liburan kemana aja kemarin. Dan tentu saya harus bertanya dan menjawab hal yang sama..

"Where did you go for holiday Satrya?"
"Well, technically it was not holiday. I did my fieldwork and went back to Bali, my home"
"Owh thats great.."
"Where did you go for holiday?'
"This year we went to Norway..."

dan memang, karena ini sekolah swasta yang uang spp anak SMA-nya per term sama dengan uang SPP saya ambil Phd setahun, destinasi wisata mereka ke negara-negara yang kalau denger aja rasanya mahal dan jauh..

"I went to finland.."
(Cuk...adohe)
"We went for winter holiday to Switzerland"
(Biasa, aku biasa mangan coklat swiss)
"Florida.."
(Iki nutrisari tha?)
"Austria, and some other european countries"
(Hancik...palingo travel agent iki)
"Swimming at maldives.."
(Bawa boneka teddy bear ndak?"
"Ukraine...Its cool.."
(Buset, iku ndak wedhi perang, tha?")

lalu..
"Aku mulih nang suroboyo mas..."

weh...haha lupa saya kalau mbak ini anak surabaya yang rumahnya di Dukuh Kupang. Dia baru lulus dua tahun lalu, keluarganya tinggal di sini dan sekarang juga kuliah di universitas tetangga. Dia sekarang nganterin keponakannya yang murid SD di sini.

Akhirnya, ada tempat wisata yang saya tahu.

#baladatrafficwarden

Sign in and add friend to comment