Main shortcutMenu shortcuts

Detail

SatryaSatrya: Yellow Car

Mumpung masih libur, pagi-pagi nemenin echa naik sepeda ke taman terdekat. Sekalian mulai ngajarin Diva naik sepeda. Kamis besok dia sudah mulai sekolah. Mulai belajar makan sendiri, cebok sendiri termasuk belajar naik sepeda.

Tahap awak, ngajarin dia nyetir setang, mengarahkan biar lurus. Jadi pagi-pagi saya komat kamit “focus Diva. Follow kakak Echa. Stay in the middle”

Bolak-balik.

Berhasil?

Ndak juga. Dengan didorong begitu dia malah keenakan. Meleng kesana kemari. Apalagi baru diajarin games baru oleh Echa. Jadi setiap lewat mobil dengan warna kuning atau warna aneh lainnya, harus cepet-cepetan teriak. Lalu “mukul” bahu mereka yang ndak teriak. Games aneh bin ajaib. Tapi itu kejadian bener.

Mana jalannya sepi. Ada satu mobil kuning lewat, Diva teriak “yellow car Ajik. Yellow car kakak Echa”

Karena kakaknya udah jauh di depan naik sepeda, Diva teriak-teriak.

“Stop Ajik..stop”
“Why?”

Dia bergegas turun. Lalu ke belakang dan berkata, “lower your shoulder Ajik?”
“Why should I ?”
“Its yellow car..”
“I know that.”
“I say it first. I need to hit your shoulder”

Silly games. Tapi ya sudahlah. Saya jongkok, dia lalu mukul bahu saya.
Dari kejauhan Echa teriak, “come onnn, what are you guys doing?”

Untung cuman satu mobil kuning yang lewat. Setelah itu saya kembali komat-kamit. “Stay focus, keep in the middle, follow kakak Echa..”

Bonus dua kali mbleber masuk rumput dan dua kali nabrak pagar pembatas jalan.

Sungguh, mending jalan kaki...

Dan sampe sekarang saya ndak pernah tahu sejarah liat mobil terus pukul bahu.

Echa cuman bilang, “everyone is doing it Ajik.”

Mending main congklak aja kak...

#ceritaechadiva
6 months ago
View 1 more comments
Sign in and add friend to comment