Main shortcutMenu shortcuts

Detail

thought

Nama

Berkali-kali saya melihat jam tangan, sambil melihat belokan di depan yang mengarah ke tempat saya berdiri. Saya menunggu satu mobil yang saya kenal. Dari jauh mobil itu terlihat. Mulai mendekat. Hati saya mulai berdebar kencang. Tak beraturan. Saya mulai tak tenang. Mobil itu masih antri di belakang mobil lain. Saya lihat ke kiri, anak-anak kelas 3 sudah datang. Saat mendebarkan itu hampir tiba.

Mobil itupun mendekat. Jantung saya berdebar kian kencang. Keringat dingin mulai turun (aslien wes gobyos seh, wong puanas). Saya kembali melirik deretan anak-anak kelas tiga, lalu ke mobil itu.

Ini kalau di sinetron zoom in sudah bolak-balik.

Mobil itupun mendekat dan berhenti di depan saya. Saya menguatkan hati. Inilah saatnya. Saya harus kuat. Saya membaca lagi name-tag di kaca mobil dengan seksama. Lalu..

"Anuskah...."

Kencang. Membahana.

Lalu terdengar suara:

"Yes, I am.."

Sungguh, saya sekuat tenaga menahan diri untuk tidak tersenyum, apalagi tertawa. Padahal di dalam hati sudah luar biasa pergulatan ingin tertawa.

Nak, untung kamu tidak tinggal di Indonesia. Bayangkan kalau teman-teman kamu memanggil nama singkatmu. Bisa bergetar dunia.

Namanya anushka. Itu nama bagus. Artinya juga bagus. Kalau tidak salah bahasa hebrew. Tapi maafkan saya. Saya hampir tak sanggup menahan tawa.

Ini mirip dengan teman saya Ine Winarno yang memanggil saya di mall siang-siang..."Bang....saaaaat"

Dilan, sungguh rindumu tak seberat saya manggil nama ini

#baladatrafficwarden

Sign in and add friend to comment